Sabtu, 01 Mei 2010

fuku-sacho

Dalam budaya Jepang, sebenarnya terdapat sebutan2 yang menunjukkan posisi/kedudukan seseorang. Kebanyakan dari kita tahunya sebutan "san". dan itu memang tidak salah, karena kita bukan bangsa Jepang.
sebenarnya "san" digunakan ketika kita menyebut seseorang yang baru kita kenal dan levelnya sama dengan kita. Ada sebutan "kun" , "chan" untuk sebutan yang lebih akrab. "kun" untuk seseorang yang lebih junior atau seumuran. sedang "chan" untuk anak kecil, atau panggilan kecil.

Nah didalam lingkungan kerja pun, terdapat sebutan2 yang menunjukkan posisi seseorang. terdapat kebiasaan di Jepang untuk menghindari penyebutan nama seseorang terutama yang lebih senior di dalam lingkungan kerja. Ini terkait dengan nilai2 sopan santun yang mereka anut. Sebutan2 senior yang umum adalah Sacho (Presiden Direktur), Fuku-Sacho (Wakil Presdir), dan Bucho (General Manager). Jadi misal gw punya presdir namanya Naruto, maka gw nyebutnya Sacho saja, atau Naruto-Sacho, bukan Naruto-San.

Nah, yang itu sekilas tentang sebutan2 didalam lingkungan kerja di perusahaan Jepang.

Sekarang gw mo crita tentang Fuku-Sacho gw.
Dia relatif baru bertugas di perusahaan gw, sekitar akhir tahun kemarin.
Dan rumornya , dia bisa menduduki posisi tertingi kedua di perusahaan gw, karena sebelumnya pernah menduduki jabatan asisten "bos besar", benar2 besar karena merupakan anak pemilik perusahaan gw.

Awalnya gw nggak terlalu dekat, yah karena diantara dia ma gw terdapat lapisan2 manager. Tapi karena gw sering cc imel ke dia, jadi tahulah dia ke gw.
Dia bisa dibilang Jepang priyayi. Cara ngomong, cara bersikap, terhitung kalem. Dan secara fisik, memang terlihat seperti orang berkelas, tinggi dan tampan.

Dan saat gw ditugasin ke singapore kemarin, gw punya kesempatan berinteraksi lebih dalam dengan dia.
Berawal dari makan malam bareng (haha..bukan dinner romatis loh yah), cuma dia ditugasin ama sacho buat nemenin gw, secara gw tanggung jawab mereka berdua saat itu.
Dan saat itu lah dia cerita, kalo dia suka masakan italia. Kebetulan kita makan di restoran italia (tapi nggak ada orang italia disana, termasuk kokinya). Dan secara jujur gw minta makan yang nggak mengandung babi ke pelayannya, dan tersebutlah pizza seafood. tapi alotnya minta ampun...nggak enjoy gw makannya, karena susah (jauh beda ama pizza HOT yang populer disini).

Nah disitu fuku-sacho cerita, bahwa dia sepuluh tahun yang lalu ditugaskan ke eropa, tepatnya di UK. Dan selama itu, dia selalu jalan2 ke berbagai negara di eropa. Dan disitulah gw ngeliat kelas dia.
kenapa? karena bahasa inggris orang jepang terhitung lebih jelek dibanding orang kita (indonesia) karena aksennya pasti masih terbawa Jepangnya. Dan selama hampir sepuluh tahun gw kerja di perusahaan Jepang, jarang gw ketemu dgn orang jepang yang cakep bahasa inggrisnya. Dan disana yang bisa bahasa inggris, minimal lulusan perguruan tinggi. Kenapa? karena literatur di Jepang selalu dalam bahasa ibunya. Restorasi Meiji (abad 19) kabarnya berawal dari penterjemahan besar2an segala macam ilmu2 modern ke dalam bahasa Jepang untuk memudahkan bangsa Jepang lebih menguasai ilmu modern. dan inilah titik balik dimana Jepang akhirnya mampu mengungguli bangsa eropa dalam hal teknologi, utamanya teknologi elektronika dan otomotif.

Jadi untuk mempelajari bahasa inggris, orang jepang mesti belajar ekstra,karena mata pelajaran itu jarang diajarkan di sekolah2 tingkat dasar disana. Beda dengan di Indonesia, sejak TK pun bahkan mungkin sudah diajarkan. Apa ini artinya bangsa kita nggak percaya diri dengan budaya kita sendiri? mungkin juga..karena kita bukanlah pemimpin peradaban atau teknologi saat ini. Kita masih sebagai konsumen dari bangsa lain, alias bayangan dari budaya bangsa lain.

Sementara Jepang, dengan kebanggaan yang sedemikian tinggi akan budaya mereka, berhasil menyerap nilai2 baru kedalam budaya mereka tanpa menghilangkan ciri budaya mereka.

Balik lagi ke fuku-sacho. Karena dia pernah bertugas di Eropa, artinya dia memang dianggap 'capable' untuk berkomunikasi dengan bangsa Eropa. Artinya kemampuan personal dia bagus (disamping bahasa inggrisnya).

Dan saat gw balik ke Jakarta, gw bareng dia lagi..dan disitu gw bisa ngobrol banyak lagi. bahkan dia minta dibayari taksi ma gw (hehe...jadi ngrasa lebih kaya dibanding dia). Alasannya karena dia tukar dolar singapura lebih sedikit, jadi dia khawatir nggak cukup buat bayar taksinya.

Dan saat makan siang, dia mau aja gw ajak makan di Mak D, salah satu fast food restoran yg cukup mendunia. Kalo gw sih mikirnya karena dana cekak, jadinya cari yang murmer aja.kalo dia mestinya bisa lebih lah, Tapi ternyata dia mau aja. mungkin karena ngerasa nggak enak kali (heh ge-er).
Kita berdua makan burger khas restoran itu, dan dia saat itu bercerita tentang keluarga dia, berapa kali dia pulang, kenapa dia ninggalin keluarganya di Jepang, dsb. Sisi pribadinya sedikit demi sedikit mulai dibuka. Dan bahkan dia nunjukin kelebihan Hp dia. Hp besutan perusahaan si Steve Jobs.
Sebelumnya saat di perjalanan ke airport pun kita banyak ngobrol, berawal dari saat kita nungguin taksinya, eh di depan mata kita berdua nyelonong Rolls Royce Phantom, mobil edisi langka keluaran pabrik pembuat mesin pesawat terbang itu. Konon hanya seribu biji yang dibuat, dan beberapa pemiliknya adalah tokoh terkenal seperti almarhum MJ, dan Raja Fahd.
Nggak berapa lama keluar Sedan Mercy coupe sport, dan nggak jauh dari situ terpakirlah mobil kuda jingkrak yang terkenal karena kemampuannya berpacu di jalanan. Dan ditulah dia mulai cerita lagi bahwa dia pernah mengendarai itu waktu tugas di Uk. Dan dia bilang, nggak enak naik itu, terutama kalo bawa pacar, Karena tarikannya kuenceng (otomatis keras hentakannya), dan remnya juga terlalu makan (alias keras juga berhentinya). takutnya kapok pacarnya kalo dibawa jalan2 pake mobil itu hehe..

berlanjut di taksi,barulah kita ngomongin tentang mobil, sampai balap, dan dia akhirnya terheran2 ke gw saat gw bilang gw hobi nonton F1. ternyata dia juga penggemar F1 juga.
Kita sama2 penggemar tim kuda jingkrak (meski sekarang gw netral). Dan dia sempat cerita kalo punya kostumnya DC, pembalap yang sekarang udah pensiun dari F1. hebat...itu baju pastinya mahal dan super safety.

Begitulah, interaksi gw dengan fuku-sacho, dan lumayan jadi tau sisi personal dia.

Satu pengalaman menarik buat gw

interaksi dengan para bos

hampir 2 minggu yang lalu gw tugas ke singapore
tapi bukan kegiatan di singapore yang gw mau cerita
tapi perjalanan dari indonesia ke singapore dan sebaliknya

kenapa ?
krn di saat itulah , gw berkesempatan untuk berinteraksi dengan bos2 gw
nggak tanggung2, berangkat gw bareng ama Big Bos-1 dan pulang dengan Big Bos-2.

Awalnya canggung juga..tp untungnya bisa menyesuaikan
lumayan jadi tahu seperti apa sih bos2 itu diluar kantor?
Dari yang nunggunya di executive lounge, sampe hobinya nonton f1.

Dan sedikit byk, pengalaman ini lebih meluweskan hub kerja gw ama bos2 gw di kantor setelahnya.

Yah..personal touch memang menambah efektifitas interaksi apalagi dalam hub kerja yang sering kali terlalu formal.

Jadi bertambah pengalaman kehidupan gw nih...:D

pelayanan masyarakat yang disamarkan

judulnya terkesan formal bgt yah...
sengaja..krn gw mau ngebahas institusi pemerintah yang tugasnya melayani masyarakat

flashback lg...
hampir setahun yg lalu, gw ngurus sertifikat rumah gw yang udah lunas dan mau gw roya.
roya adalah pengembalian hak atas tanah dan bangunan atas nama pemilik. Sebelumnya setifikat ini diatasnamakan bank pemberi kredit , dan sebagai jaminan atas kredit yang kita ajukan ke bank.
Bila kita sudah melunasi kredit kita ke bank, sertifikat dikembalikan ke kita sebagai pemilik. Tapi didalam dokumen itu masih atas nama bank sebagai pemegang hak. Untuk itu perlu diroya terlebih dahulu sebelum sertifikat itu bisa kita gunakan lagi, entah untuk dijual ke pihak lain, atau kita jaminkan lagi untuk pinjaman ke bank lagi.

Nah krn rumah ortu gw sering kebanjiran, timbullah keputusan untuk merenovasi rumah dengan menaikan tinggi lantai tanah. hitung punya hitung, dibutuhkan dana hingga puluhan juta (yang akhirnya tembus ke ratusan). Walhasil, gw hrs menjaminkan rumah gw utk mendapatkan kucuran dana segar.

Itulah kenapa gw roya setfifkat rumah gw.

Setelah tanya ke sana kemari, dan juga browsing di internet, didapat angka sekitar 600 ~ 750 rb buat roya. Itu lewat jasa kantor notaris.
Berhubung gw ngerasa sayang duit segitu habis buat roya, berangkatlah gw ke kantor BPN setempat. Setelah gw beli formulir dan tanya ke petugas penjual formulirnya..didapat angka yang lumayan miring untuk ongkos jasa pengurusan roya ini. cuman separo dari yang ditawarkan kantor notaris, ya..cuma 350 rb dengan waktu yang lebih cepat, 5 hari. Padahal kalo lewat kantor notaris bisa 2 minggu.

Sekali lagi, memang gw sayang ama duit gw, iseng2 gw coba cari tahu prosedur kalo ngurus sendiri
Eh, ternyata nggak trlalu rumit. Akhirnya gw beranikan untuk ngurus sendiri. Dengan tampang dibloon-bloon in gw coba tanya ke petugas yang ada, dan ternyata cuma kena 25 rb!!
Dan dijanjikan seminggu kelar. Seminggu kemudian gw ke sana , dan benar udah jadi...dan o la la..saat pengambilan itulah gw kena palak petugas disana...keluarlah 50rb dr kantong untuk biaya rokok si petugas.
Meskipun lumayan mahal, tapi masih jauh lebih murah daripada kalo gw serahin ke pihak lain buat ngurusin. 5x bahkan 10x lebih murah.
Artinya adalah..kalo kita mau bersusah payah sedikit, kita bisa menghemat uang kita sekaligus mengurani/meminimalisasi potensi korupsi di institusi pemerintah kita.

Dan hari ini...gw mencoba mengurus sendiri pajak kendaraan gw, sekaligus emperpanjang stnk gw yang udah expire bulan ini. Awalnya coba untuk cari2 info ttg ini. dan berbekal info itu, gw berangkat ke samsat di kab bekasi.
Disinilah mulai kebingungan gw. kenapa? karena tidak ada petunjuk yang jelas bagaimana mengurus perpanjangan stnk.
Berbekal tanya sana sini...tau jugalah akhirnya prosedurnya. Pas kebetulan ketemu dengan teman kantor yang jg brsan perpanjangan stnk (gw ma dia selisih 2 minggu beli motornya).
Akhirnya setelah menunggu 4 jam..kelar juga urusan..dengan mengeluarkan biaya yang lumayan besar (utk ukuran pajak motor).

Dari dua cerita diatas..gw ambil kesimpulan, bahwa prosedur untuk melakukan proses administrasi pemerintahan sengaja dibuat samar, dan sengaja dimunculkan peluang terjadinya korupsi dan kolusi. Dan kita bisa saja meminimalisasi 2 hal itu, tapi yang jelas harus mau bersabar. Karena biasanya akan memakan waktu yang cukup alam untuk ngrus sendiri. Dan butuh niat yang kuat untuk mau bersusah payah ngurus ini itu, dsb.



Rabu, 28 April 2010

jadi kuli di singapore

minggu kemarin gw ditugasin buat bantu setting pameran di singapura
ini hajatan perusahaan gw cabang asia pacific
lokasinya di pulau baru singapura, sentosa
awalnya pulau itu nggak keurus..eh sekarang disulap jadi resor wisata kelas dunia

bagus sih...
cuman berhubung gw kerja di sana ..ya jadinya nggak maksimal buat jalan2

kalo nanti ada rezeki..boleh main ke sana lagi deh..

tanggung jawab baru

hampir sebulan ini posisi baru gw tempati
istilah umumnya manajer yunior
ternyata tidak semudah yang gw bayangkan selama ini
byk perubahan yang gw hrs hadapi
termasuk tanggung jawab yang semakin besar
semoga gw bisa menjaga amanah ini

terima kasih buat bunda yang selalu support gw
semoga Allah memudahkan jalan gw dalam menjalankan tanggung jawab di posisi baru ini

Kamis, 08 April 2010

tahajud

beberapa kali bunda sms
"mas..tahajud yuk.."
tapi jamnya selalu disaat gw lg ngorok dengan suksesnya..
jadi balesnya delay 2-3 jam -an

gw usahaain bangun sekitar jam 4-an.
bangun, sholat, kdg2 disela kegiatan rutin di kamar mandi dulu..
kalo senin kamis disambung sahur sekalian

kenapa gw bangunnya nggak bareng dgn bunda?
1. krn gw susah bgn jam segituan (baca: jam2)
2. gw pingin ngejaga subuh gw supaya bs jamaah di masjid. lho?
iya..karena kalo jam 2 bgn..sholat..max jam 3 udah tdr lg supaya nggak ngantuk dikantor, nah
kalo jam 3 br tdr lagi...alamat subuhnya lewat

jadi sekarang abis bgn ya nggak tidur lagi..lanjut sholat malam, sholat subuh, ngaji dikit, nonton tipi or onlen, br bersiap buat kerja..
sebelum2nya dhuha..tp tadi kaget denger tetangga bilang..dhuha itu bolehnya abis jam 7-an..waks...terpaksa nyari ilmunya dulu di mbah google..hehe

Senin, 01 Maret 2010

ngaji#1

udah udah hampir 5 bulan ini gw kursus ngaji
meski dari sd dulu udah belajar baca qur'an
tapi ternyata nggak mudah untuk bisa ngikutin kursus ini

berawal dari ide tetangga gw yang pingin ada kegiatan rutin di masjid gw
tercetuslah ide untuk ngadain kursus ngaji ini
kenapa?
lebih utk me-refresh kemampuan bapak2 di lingkungan tempat tinggal gw
mereka semua sudah sering tadarus di akal ramadhan
mestinya sudah tidak ada masalah lagi kalo harus ikut kursus ngaji
apalagi mulainya sama kayak orang yang baru belajar
alif, ba, ta, dst

Tapi..apa yang terjadi?
ternyata banyak sekali kesalahan yang kita selama ini tidak sadari
dan yang terpenting adalah pengucapan huruf hijaiyahnya
istilahnya Makhraj alias tempat keluarnya huruf
dan ternyata tidak gampang buat ngucapin huruf2 itu dengan baik dan benar

seorang yang terbiasa mengaji dengan irama yang enak didengarpun belum tentu makhraj-nya benar

padahal beda pengucapan bisa beda arti

ini pengalaman berkesan gw yg pertama dr belajar ngaji kali ini